10 Mitos Petir Yang Masih Di Yakini Hingga Saat Ini

Petir

Petir atau halilintar merupakan fenomena alam yang biasanya terjadi di musim hujan. Petir mengeluarkan suara yang menggelegar dan terkadang memunculkan kilatan yang amat terang. Petir juga sangat ditakuti oleh manusia, karena petir bisa juga menyebabkan orang meninggal. Namun, dalam masyarakat sekitar, fenomena petir justru dikaitkan dengan mitos yang sudah dibicarakan dari zaman dahulu. Berikut ulasan tentang mitos petir.


1 | Dilarang Berdiri Di Depan Pintu

Sebagian orang, duduk di depan pintu merupakan hal biasa yang sering dilakukan. Namun, dalam mitos masyarakat sekitar, duduk di depan pintu di saat hujan tiba merupakan hal yang tidak wajar dan harus dihindari. Mitos berkata, jika seseorang duduk di depan pintu, nanti akan disambar petir. Mitos ini tidak bisa dijelaskan dengan teori, namun beberapa orang percaya dengan mitos ini.

2 | Petir Mencari Setan

Orang tua sering membicarakan tentang apa yang telah terjadi di masanya, tak terkecuali dengan mitos. Menurut orang-orang dahulu, bila petir muncul maka pertanda bila petir tersebut sedang mencari setan yang sedang berkeliaran. Karena itu, ketika petir datang setan akan ketakutan dan bersembunyi.

3 | Larangan Berteduh Di Bawah Pohon

Petir

Memang sangat berbahaya jika kita berada di bawah pohon saat hujan tiba. Sebab, jika hujan angin datang pohon tersebut bisa saja tumbang dan mengenai kita. Tahukah kalian, ternyata teradapat mitos yang mengatakan, berteduh di bawah pohon akan berpotensi tersambar petir. Seseorang berpotensi terkena sengatan listrik yang disebabkan oleh petir karena aliran listrik yang mengalir di tanah.

4 | Larangan Di Tempat tertentu

Mitos kali ini melarang kita untuk berada di tempat tempat tertentu seperti tengah lapangan, Sungai, dan Sawah. Mengapa? Karena tempat yang terbuka di percaya sangat berbahaya jika hujan petir datang. Dalam kenyataannya, petir sering menyambar di tempat tersebut dan memakan korban. Maka dari itu, mitos ini banyak dipercaya banyak orang.

5 | Baju Warna Merah

Baju dalam ilmu sains tidak dapat menghantarkan listrik atau isolator. Tetapi mitos ini ternyata masih diminati oleh beberapa masyarakat sekitar, karena mereka percaya jika memakai baju merah pada saat hujan datang akan memicu daya tarik petir dan menyebabkan seseorang tersebut tersambar petir.

6 | Matikan Ponsel

Mitos ini sangat diyakini oleh masyarakat, karena ponsel dapat menyebabkan seseorang tersambar petir. Ternyata, peristiwa ini pernah dialami sesorang hingaa orang tersebut meninggal, oleh karena itu banyak orang yang masih percaya dengan mitos yang satu ini.

7 | Larangan Untuk Menyentuh Orang Yang Tersambar Petir

Larangan ini memang tidak masuk akal dalam ilmu sains, justru orang yang tersambar petir harus mendapatkan pertolongan dengan cepat. Namun sebagian orang terkadang percaya dengan mitos yang satu ini, karena aliran listrik dari petir bisa merambat. Faktanya, manusia tidak menyimpan listrik dari luar, sehingga sangat aman untuk disentuh.

8 | Telungkup Ketika Ada Petir

Pernah kah kalian ketika bermain sepak bola di lapangan lalu datang kilatan petir di langit. Tentu kita langsung ingat dengan mitos telungkup di atas tanah jika berada di tempat terbuka. Ternyata mitos ini dibantah para peneliti, karena sesungguhnya tidak ada tempat aman di tempat terbuka ketika petir itu menyambar.

9 | Petir Menyambar Ketika Hujan Tiba

Petir

Kebanyakan petir terlihat dan terdengar ketika waktu hujan saja, namun perlu kalian ketahui, petir tidak menyambar ketika hujan tiba saja, melainkan sebelum dan sesudah hujan pun bisa terjadi. Bagaimana? Apa kalian percaya dengan mitos ini, itu tergantung kalian.

10 | Aman Berada Di Rumah

Memang saat hujan disertai petir tiba, tempat berlindung yang paling aman adalah rumah kita. Namun yang perlun kalian ketahui, jauhi alat-alat elektronik yang mengandung listrik supaya kalian tetap aman.


Baca Juga : 12 Fakta Sejarah Tentang Zeus Si Dewa Petir

Belum ada Komentar untuk "10 Mitos Petir Yang Masih Di Yakini Hingga Saat Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel