Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Lakukan Tradisi Adat Jawa Ini, Untuk Menyambut Bayi Baru Lahir

Source : Pixabay

Di pulau jawa, tradisi adat masih sangat kental untuk dilakukan. Maka dari itu, jika kalian berada di pulau jawa akan banyak menemui tradisi yang satu ini.

Perlu kalian ketahui, ada salah satu tradisi adat jawa yang menarik untuk kita bahas yaitu tradisi jawa setelah melahirkan.Umumnya tradisi jawa setelah melahirkan ini banyak dilakukan di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Di jaman sekarang ini, adat jawa sering dilupakan oleh banyak orang karena banyak yang tidak mengetahui tentang makna sebenarnya tradisi tersebut. 

Agar tradisi adat tersebut terjaga, kali ini kita akan membahas bagaimana cara melakukan tradisi jawa setelah melahirkan. Dan berikut ini caranya,



1| Tradisi Selamatan (Brokohan)


Jika seorang anak sudah lahir di dunia, langkah yang dilakukan pihak keluarga yaitu mengadakan tradisi selamatan atau orang jawa menyebutnya "Brokohan".

Bisanya orang jawa mengadakan selamatan pada waktu setelah melahirkan atau setelah 1 hari melahirkan.

Tradisi selamatan merupakan upacara doa bersama yang biasanya dipimpin oleh Modin atau orang yang bisa mengerti doa-doa tersebut.

Kebanyakan tradisi selamatan yang pertama ini dihadiri oleh para tetangga terdekat.

Dalam tradisi ini, tuan rumah memberikan sejumlah hidangan makanan untuk dibawa pulang untuk para undangan. 

Tradisi Selamat bertujuan agar sang bayi dan keluarga diberikan keselamatan dan perlindungan oleh Allah Yang Maha Esa.

2| Mengubur Tali Pusar Bayi (Ari-Ari)

Dalam tradisi jawa, mengubur tali pusar bayi setelah melahirkan sangat perlu dilakukan. Dan yang terpenting harus ayah dari bayi itu sendiri yang mengubur (Diharuskan).

Namun sebelum mengubur tali pusar, seseorang harus melakukan langkah-langkah yang satu ini,

    A. Mencuci Tali Pusar Bayi


    Mencuci tali pusar bayi atau ari-ari harus dilakukan oleh sang ayah bayi itu sendiri. Dan ketika mencuci tali pusar atau ari-ari tersebut, pastikan membersihkan dengan sebersih-bersihnya.



    B. Persiapan Khusus


    Sebelum mengubur, seseorang harus menyiapkan bahan-bahan atau barang-barang seperti berikut :
  • Kendi
  • Kembang boreh (kembang buat tali pusar atau ari-ari)
  • Kemuning
  • Kunyit
  • Jahe
  • Brambang
  • Bawang
  • Pandan wangi 
  • Jarum jahit
  • Beras merah 
  • Minyak wangi 
  • Garam 
  • Sirih
  • Hingga uang recehan.

    Bahan tersebut nantinya akan dimasukkan di dalam kendi bersama ari-ari. Namun untuk kembang boreh, nantinya akan ditaburkan di atas ari-ari yang dikubur.

    Perlu kalian ketahui, jika proses persiapan khusus ini terkadang berbeda-beda dengan daerah lain. Ada yang menggunakan bahan-bahan atau barang-barang tersebut secara lengkap, dan ada juga yang menggunakan dengan beberapa saja.

    Namun bagaimana jika seseorang tidak bisa menguburkan tali pusar tersebut karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan?

    Jika seseorang benar-benar tidak bisa melakukan adat tersebut, penguburan ari-ari tersebut bisa diwakilkan. Namun, sebagai gantinya si ayah tersebut harus menggantinya dengan membayar uang kepada yang mewakilkan.

    C. Adzan di Dekat Kuburan Ari-Ari Bayi


    Setelah menguburkan ari-ari, ayah dari bayi tersebut harus adzan di dekat kuburan ari-ari. Hal ini dilakukan oleh orang muslim ya sob.

3| Sepasaran (Brokohan)


Tradisi Sepasaran merupakan upacara berdoa bersama seperti tradisi nomer 1 tersebut. Namun bedanya jika selamatan sepasaran dilakukan 5 hari setelah kelahiran bayi.

Biasanya tradisi ini juga untuk mengumumkan pemberian nama bayi kepada para undangan. Umumnya para undangan tradisi sepasaran lebih banyak dari pada tradisi nomer 1. 

4| Selapanan 


Jika sepasaran diadakan setelah 5 hari kelahiran bayi, jika selapan diadakan setelah 35 hari. Acara ini sama seperti acara selamatan dan yang sedikit membedakan adalah ada proses pemotongan kuku dan rambut bayi.

Pemotongan tersebut pertama kali oleh kedua orang tua, kemudian dilanjutkan dengan anggota keluarga lainnya. 

Tujuan diadakan tradisi tersebut adalah rasa syukur atas berkat dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sang bayi dan ibu diberikan keselamatan