Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sejarah Unik 3 Pabrik Gula di Madiun Jawa Timur


Madiun dahulu merupakan daerah dimana sering dilewati kereta Lori. Jalur kereta di madiun pada zaman dahulu sangat banyak karena madiun merupakan wilayah yang strategis. Selain itu biasanya kereta lori tadi membawa tebu yang kemudian diolah menjadi gula. Kereta tersebut kemudian membawa gula untuk diantar ke pelabuhan Surabaya. Nah, dari banyaknya kereta lori yang sering melintas membuat Madiun memiliki pabrik gula yang masih aktif hingga sekarang. Namun bagi generasi sekarang, apakah kalian tau diamana saja keberadaan pabrik gula tersebut dan apakah kalian tau gimana cerita-cerita unik lainnya seputar pabrik gula di madiun?. Jika kalian belum tau, berikut saya akan bahas di bawah ini. 


1| Pabrik Gula Rejo Agung 


Pabrik Gula Rejo Agung Baru merupakan pabrik gula dari dulu hingga sekarang yang masih aktif beroperasi di Kota Madiun. Pabrik Gula Rejo Agung Berdiri sejak 1894 sebagai anak perusahaaan dari NV Handel My Kian Gwan dan pada tahun 1996 PG Rejo Agung Baru berubah menjadi PT PG Rajawali I unit Pg Rejo Agung Baru. Dalam memperoleh bahan baku tebu, pabrik ini memiliki wilayah kerja atau kebun tebu di daerah krasidenan madiun seperti Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan juga di wilayah kabupaten Nganjuk. 

Yang perlu kalian ketahui ternyata Pabrik Gula Rejo Agung memiliki area kebuh tebu seluas ± 8250 ha dengan jumlah ± 760.000 ton tebu yang semua dikelola secara sistem tebu rakyat kemitraan. Kapsitas produksi sekarang yang ada di Pabrik Gula Rejo Agung Baru adalah 6000 TCD.


Dahulu pabrik ini sering mengunakan kereta lori untuk kegiatan mengangkut tebu di daerah krasidenan madiun. Namun sayang, seiring perkembang zamannya rel kereta lori yang ada di daerah madiun sudah hilang dan sekarang rel kereta tersebut hanya ada di sekitaran pabrik. Tidak hanya itu, dahulu pabrik ini terhubung dengan Stasiun Baru Madiun yang bertujuan untuk mendukung operasional pabrik. Selain kereta terdapat juga rumah dinas karyawan pabrik dengan gaya arsitektur rumahnya seperti zaman dahulu dan bisa dilihat sampai sekarang. Namun rumah dinas tersebut banyak yang kosong. 

PG Rejo Agung Terletak di daerah di Jalan Yos Sudarso No.23, Patihan, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63123. 


2| Pabrik Gula Pagotan 


Pagotan merupakan wilayah di Kab Madiun yang dulunya menyimpan berbagai sejarah dan cerita menarik dalam sejarahnya. Salah satu cerita sejarahnya terdapat di pabrik gulanya. Pabrik gula tersebut bernama PG Pagotan. Menurut cerita sejarahnya PG Pagotan didirikan pada tahun 1884 oleh NV COOY COOSTERN VAN VOORH dan memiliki ciri khas bangunannya sederhana pada saat itu. Pada tahun 1905 bangunan PG Pagotan melakukan pembenahan di pembangunannya dan penyempurnaan instalasi. Kalau dilihat dari sejarahnya, PG Pagotan melewati masa-masa yang sangat panjang, mulai dari masa penjajahan belanda, penjajahan jepang, dan kemudian pada masa sekarang diambil alih oleh BUMN. 


Pada masa penjajahan jepang, pabrik gula ini pernah dijadikan pabrik semen yang bahan bakunya berada di daerah slahung, ponorogo. Jika kalian mencermati bangunan di belakang pabrik gula terdapat bangunan tua bekas stasiun pagotan. Stasiun pagotan dulu dibangun supaya pengangkutan tebu dan gula lancar. Namun sayang, pada tahun 1984 stasiun ini sudah tidak aktif karena kalah saing dengan kendaraan lain seperti angkutan umum dan kendaraan pribadi.  

PG Pagotan sendiri terletak di Desa Pagotan, Kec Geger, Kab Madiun.

3| Pabrik Gula Kanigoro


Pabrik Gula kanigoro merupakan pabrik yang terletak di Jalan Kapten Tendean, Sogaten, Sidorejo, Wungu, Madiun, Jawa Timur 63181. Bangunan pabrik kanigoro sangat asli tanpa perubahan hingga sekarang. Pada sejarahnya pabrik gula kanigoro didirikan pada tahun 1894 oleh CULTUUR HANDEL & INDUSTRI BANK NV. Ada cerita menarik yang harus kalian tau, karena pada tahun 1970-an dan 1980-an PG Kanigoro beberapa kali pernah menjadi juara nasional dalam pencapain rendemen tertinggi. 

Selain torehan tadi, dulu sering sekali anak-anak hingga orang dewasa melihat proses pengilingan pada pabrik tersebut. Karena PG Kanigoro terletak di pinggir jalan sehingga proses pengilingan tebu dan kereta api yang ada di pabrik tersebut menjadi tontonan warga. Sayang seribu sayang, pada tahun 2017 pabri yang menyimpan banyak sekali kenangan ini harus tutup. 

Baca Juga : Jangan Kesini!! 7 Tempat Paling Angker di Madiun